Rabu, 25 Maret 2015
PUISI _ CINTAKKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN_SUSI.KS
CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Perasaan cinta
Kasih dan sayang
Semua yang ada dihati ini
Pernah kuberi untuknya
Namun yang kudapat hanya goresan sembilu
Yang memporak porandakan istana cintaku
Lalu hadir perasaan kedua
Dimana cinta dan kasih sayang ini
Ingin kucurahkan utuh untukmu
Namun kembali aku terhempas
Saat tersadar
Ternyata cintamu pun ternyata tak mampu kuraih
Aku menangis kecewa dan merasakan sakit
Yang teramat dalam saat kusadari
Ternyata...
Cintaku selama ini bertepuk sebelah tangan
Prabumulih, 25 Maret 2015
Diary hati arsip 29 Desember 2013
Sabtu, 14 Februari 2015
HUJAN,,,AMARAH DAN LUKA
By : Susi.ks
Gelegar petir dan kilat yang bersahutan
Langit biru berganti awan hitam yang berarak
Gelap... kelam
Langitpun seakan berkabung
Tercurah... hujan basahi bumi
Seperti tetes airmata yang tek henti mengalir menganak sungai
Bumi pun berduka
Seiring hujan yang kian menggila
Gundah dalam resah hati yang kian lara
Haruskah teteskan airmata?
Saat gulana menerpa sanubari
Atau amarah kan jadi jawaban akhir
Hujan... kenapa kau hadir saat kuresah
Seolah tahu duka lara dihati ini
Hujan... kenapa semua hal terjadi dalam hidup ini
Selalu saat rinai mu turun basahi bumi
Apakah kau tahu duka ini??
Apakah kau tahu kemarahan jiwa ini?/
Hujan...siram dan basahi jiwa ini
Luruhkan semua duka dan dendam ini
Hapuskan semua tentang dia
Hujan beri aku kesejukanmu
Agar tenag jiwa yang gersang ini
[ catatan lama
Kamis, 12 Februari 2015
BAGAIMANA MUNGKIN KAU MENYAYANGIKU???
8 Februari 2015
Pikiranku tak tenang hari ini, semua karena kamu. Biasanya pagi- pagi kamu sudah telpon aku. Walau hanya sekedar bertanya apa aku sudah sarapan atau apa saja kamu tanyakan padaku. Jujur aku suka dengan semua perhatian yang kamu berikan kepadaku. Perhatian- perhatian kecil sebagai alasan hanya untuk mendengar suaraku saja sudah cukup bagimu.
Bagaimana keadaanmu sayang? Apakah masih sakit? Karena yang kutahu sudah berapa hari ini kamu tak sehat badan, kena hujan, batuk dan flu menyerang. Belum lagi demam tinggi yang kamu alami. Ingin menjenguk tapi nggak bisa. Itulah yang ku alami, memiliki kekasih tapi tak bisa berbuat banyak untuk meredakan rasa sakitnya.
Apa hakku sebagai wanita kedua? Bahkan untuk memperkenalkan dirimu pada teman- teman pun aku tak mampu. Tapi inilah jalan yang sudah aku pilih, mendampingimu walau harus selalu menyembunyikan identitasmu dari setiap orang. Semua demi kebaikan kita berdua.
11 Februari 2015
Sepi... biasanya pagi- pagi kamu sudah sibuk menelponku. Tapi hari ini bahkan dari kemarin tak ada sedikitpun kau menghubungi aku. Sedang apa kau disana sayang. Masih sakitkah kamu? Parahkah sakitmu hingga kau tak bisa memberi kabar padaku.
Inilah aku yang terkurung dalam perasaan sepi sendiri. Bahkan untuk menjenguk dirimu yang terbaring sakitpun aku tak bisa. Hanya mampu mengirim sebait doa semoga kau segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktifitas bekerja seperti biasa.
Derinng ponsel disaku baju mengagetkanku dan membuyarkan lamunanku tentang kamu. Terlihat namamu dilayar hp.
'' Hallo, assalamualaikum, gimana kabarmu sayang?'' Tanyaku bertubi- tubi tanpa jeda nafas sedikitpun. Perasaan senang dan sedih membaur jadi satu.
'' Masih sakit yank!'' Lirih suaramu terdengar di gendang telingaku.
'' Sudah sarapan? Sudah minum obatnya?''
'' Sarapan tadi sudah, minum obat belum yank, nanti saja ya minum obatnya.''
'' Kenapa harus nanti?
'' Obatnya aduh pahit sayank, aku nggak tahan sama pahitnya!''
'' Nggak tahan minum obat cuma karena pahit, tapi kamu tahan sakit seperti ini? Bagaimana mau sembuh kalau minum obat saja kamu nggak mau? Minumlah obat sekarang, nanti kalo sudah minum obat baru telpon aku lagi, ok.''
Maaf ya sayang bukan bermaksud marah sama kamu tapi aku nggak mau kamu terus- terusan sakit tanpa mau minum obat. Mungkin menurut kamu aku sangat kasar tapi inilah caraku mencintai kamu.
12 Februari 2015
Cemas...gelisah berkecamuk dalam hati ini memikirkan keadaan kamu yang saat ini sedang sakit. Padahal kita sudah janji untuk bertemu saat kamu libur dari pekerjaan kamu. Apakah ini sebuah pertanda dari Allah SWT kalau sesungguhnya kita memang tak seharusnya bersama..
'' Met pagi sayang, gimana keadaan kamu hari ini?''
'' Masih sakit nih.''
'' Pergilah ke rumah sakit sayang, jangan tunda- tunda lagi jangan menunggu sakitmu bertambah parah.''
'' Iya ntar deh, nunggu sudah siap.''
'' Nunggu sudah siap apa yank? Mau kerumah sakit aja kok pake siap- siap. Jangan- jangan kamu takut disuntik nih? Bener yank?''
'' He....he....he...belah.''
'' Aduh sayang bagaimana mau sembuh kalau minum obat nggak mau disuntik juga nggak mau. Jadi maunya kamu itu bagaimana sayang?''
'' Iya, nanti aku pergi ke dukun aja deh.''
'' Ke dukun? mo' ngapain ke dukun? Mau berobat atau mau minta pelet buat melet aku yank?"'
'' Hm.......''
Kenapa selalu saja begini setiap kali kita ingin bertemu? Halangan demi halangan selalu mewarnai saat- saat yang telah kita sepakati. Sudah beberapa kali membuat janji namun semua kandas di tengah jalan. Tidakkah ini sebuah pertanda buruk untuk hubungan kita?
Yang pertama kita ingin bertemu saat itu kamu sedang tak sehat badan. Yang kedua karena hujan, ketiga ada temanmu datang ke rumahmu, ke empat kamu keluar rumah tapi karena sudah terlalu malam kita nggak jadi ketemu. Dan ini mungkin kali kelima kita ingin bertemu tapi terhalang lagi inipun karena kamu sakit.
Benarkah kita tak seharusnya bertemu dan menjalin cinta???
'' Sayang pergilah berobat, jika kamu benar- benar sayang sama aku, kumohon jangan lagi menunda- nunda waktu untuk pergi kedokter.''
'' Atau kamu sebenarnya nggak benar- benar kepengen ketemu aku ya sayang?''
'' Aku nggak mau jawab ah, sebab aku sudah tahu jawabannya, bentar ya sayang aku pikir- pikir dulu ya.''
Hm... bagaimana lagi caraku agar kamu mau segera pergi ke dokter. Jadi bingung sendiri. Mungkin ada baiknya aku tidak dulu membalas sms atau inboxmu, agar kamu bisa istirahat dengan tenang. Stop terima telpon kamu dulu.
Maafin aku ya sayang, mungkin terlalu berlebihan menurut kamu tapi semua ini aku lakukan demi kamu. Jika memang kamu menyayangi aku tentu kamu akan menjaga kesehatan kamu dan mau segera pergi ke dokter.
Jika kamu sakit seperti ini bagaimana kamu bisa menjaga dan merawat aku nantinya sedang merawat kesehatan kamu saja kamu nggak mau.
Ini semua kulakukan untuk kita, untukmu dan untukku, Moga kamu diberi kesehatan secepatnya oleh Yang Maha Kuasa ya sayang.
Langganan:
Postingan (Atom)